Sebelum kita mengetahui mengenai proses komunikasi, ada baiknya kita tau dulu sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan agen Properti?
Agen Properti atau biasa disebut dengan Broker adalah orang yang bertugas untuk menjualbelikan properti, bahasa lainnya sih Marketing. Seorang Agen Properti biasanya bernaung pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Jual Beli Sewa Lelang Properti. Seperti Ray White, Century 21, atau Era. Para kantor Broker ini saling berlomba untuk mendapatkan wilayah-wilayah yang bisa menghasilkan banyak pembeli potensial. selain itu, kesamaan antara ketiga kantor Broker ini adalah mereka membuat franchise (waralaba) bagi siapapun yang berminat untuk terjun ke dunia properti. Sudah sangat lazim kalau sekarang kita bisa temui rumah atau tempat usaha yang bertuliskan tanda Dijual/Disewa. Karena hal ini merupakan salah satu proses kerja bagi Broker, salah satunya ya..mencari listing yang baik agar dapat cepat terjual/sewa.
Agen Properti atau biasa disebut dengan Broker adalah orang yang bertugas untuk menjualbelikan properti, bahasa lainnya sih Marketing. Seorang Agen Properti biasanya bernaung pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Jual Beli Sewa Lelang Properti. Seperti Ray White, Century 21, atau Era. Para kantor Broker ini saling berlomba untuk mendapatkan wilayah-wilayah yang bisa menghasilkan banyak pembeli potensial. selain itu, kesamaan antara ketiga kantor Broker ini adalah mereka membuat franchise (waralaba) bagi siapapun yang berminat untuk terjun ke dunia properti. Sudah sangat lazim kalau sekarang kita bisa temui rumah atau tempat usaha yang bertuliskan tanda Dijual/Disewa. Karena hal ini merupakan salah satu proses kerja bagi Broker, salah satunya ya..mencari listing yang baik agar dapat cepat terjual/sewa.
Bagi seorang Broker, komunikasi merupakan salah satu hal terpenting dalam memasarkan properti kepada calon pembeli. Kecakapan seorang Broker dalam memasarkan dapat dilihat dari bagaimana cara ia berkomunikasi dan mengkomunikasikan propertinya. Jika seorang calon pembeli datang ke kantor, seorang Broker akan menawarkan beberapa properti yang sesuai dengan keinginannya. Tapi terkadang calon pembeli sangat susah untuk menentukan pilihan, dengan bantuan Broker, hal ini dapat diatasi. Pada dasarnya peran utama seorang Broker adalah sebagai jembatan antara pembeli dengan penjual. Harga yang ditawarkan oleh penjual terkadang sangat tinggi, maklumlah dimana-mana orang pasti ingin mendapatkan keuntungan lebih, sedangkan sang pembeli ingin mendapatkan harga terendah dan mendapatkan properti terbaik. Karena itulah peran sang Broker sangat menentukan dalam mencapai kata sepakat antara pembeli dan penjual. Sehingga tercapai harga terbaik yang disepakati oleh keduabelah pihak.
Apa jadinya apabila seorang Broker tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam menyampaikan informasi properti. Tentu sudah dapat dibayangkan bagaimana calon pembeli akan tertarik. Sebagai Broker, kita juga harus mengetahui bagaimana cara agar calon pembeli dari tidak tertarik menjadi sangat tertarik. salah satunya dengan komunikasi. Tetapi masih ada beberapa lagi yang mendukung seorang Broker. Salah satunya adalah cara berpakaian dan bersikap. Mungkin dapat dibayangkan bagaimana jadinya apabila kita bertemu dengan seorang Broker yang berpakaian rapi dengan jas dan dasi. Image yang muncul adalah positif, tetapi bagaimana kalau sikap yang ditunjukan sangat tidak baik atau tidak sopan. Kalau hal ini yang terjadi, mungkin betapapun berpakaian rapi tetapi image yang akan diberikan akan sangat jauh berkurang.